WUWEI DAN SIAPA NAMA ASLIMU

Set panggung yang minimalis membuat akting para kator/aktris tampak menonjol. Pergantian antar adegan berlangsung sangat mulus, seperti efek fadeout dalam film.

Rumah adalah sebuah lakon yang terdiri dari fragmen-fragmen yang menyoalkan tentang pulang dan pergi. Sebuah persoalan yang setiap hari kita alami dan terima begitu saja. Seperti adegan pembuka dan penutupnya yang menggambarkan “kepergian dan kepulangan” tersebut.

Lakon ini seperti membaca puisi. Dalam tiap-tiap adegan mengandung metafora tersendiri. Kekuatan kata-kata merupakan daya magis dari lakon Rumah ini. Seperti puisi, setiap gerakan dan kata-kata dari aktor dan aktris merupakan sesuatu yang berkesinambungan.

 

2009, Pementasan Keliling “Wu wei dan Siapa Nama Aslimu” yang akan dipentaskan di Taman Budaya Lampung (23-24 Nov 09), Taman Budaya Bengkulu (17 Nov 09), Gd. Huriah Adam STSI Padang-panjang (14 Nov 09), Gd. Salihara-Jakarta (25-26 Nov 09), Peraih Hibah Seni Yayasan Kelola 2017 kategori Hibah Seni Pementasan Keliling.

Share your thoughts