HAMLET

Hamlet, pangeran kerajaan Denmark, berujung mati di pangkuan Horatio, sahabat sekandung hayatnya. Setelah lelah mempertimbangkan ‘Ada’ atau ‘Tiada’. Itulah masalahnya. Mati. Yang diwarisi jasad adalah akhir hayat. Mati bukan oleh tajamnya pedang, tetapi Hamlet menantang untuk mengakhiri, jiwanya menderita oleh gebukan nasib yang kejam. Ia sadar dari kepura-puraannya melawan Claudius.

Hamlet mati; habislah perkara, menghentikan sakit hati dan sejuta kejutan alami. Hamlet mati di puncak laga, usai pesan sekarat Laertes lawan tandingnya. Lazimnya dendam selalu mengeruhkan kepedihan yang tak berkesudahan.

Share your thoughts